Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Senin, 26 Juli 2010

Potensi Ekonomi Bantul

Kabupaten Bantul terletak di bagian selatan Propinsi DIY. Kabupaten ini memiliki garis pantai, yaitu berbatasan dengan Samudera Indonesia.

Perekonomian Kabupaten Bantul diwarnai tiga sektor secara berimbang, yaitu pertanian, industri pengolahan dan sektor perdagangan, hotel, dan restoran. Sumbangan ketiga sektor itu terhadap PDRB jika diakumulasi mencapai 63,36 persen.

Pada sisi tanaman bahan makanan, komoditi andalan Kabupaten Bantul adalah padi, ubi kayu, dan jagung. Namun demikian, hasilnya cenderung untuk memenuhi kebutuhan sendiri. Padi banyak di tanaman di Kecamatan Sewon, Bantul, dan Jetis. Ubi kayu banyak ditanam Kecamatan Dlingo, Piyungan, dan Imogiri. Sedangkan jagung banyak ditanam di Kecamatan Dlingo, Pajangan, dan Piyungan.

Komoditi pertanian daerah ini yang dapat diandalkan di tingkat propinsi adalah bawang merah dan cabe. Kabupaten Bantul merupakan produksi terbesar bawang merah dan cabe di Propinsi DI Yogyakarta. Konsentrasi produksi kedua komoditi sayur-sayuran ini terdapat di Kecamatan Kretek dan Sanden. Karena itu, kedua kecamatan tersebut cocok dijadikan klaster sayur-sayuran khususnya bawang merah dan cabe.

Untuk buah-buahan, komoditi andalannya adalah pisang, mangga, nangka, dan rambutan. Produksi pisang sebesar 140 ribu kwintal, mangga 43 ribu kwintal, nangka 15 ribu kwintal, dan rambutan 15 ribu kwintal. Tanaman buah-buahan banyak ditanam di Kecamatan Piyungan, Imogiri, Banguntapan, dan Pandak. Di keempat kecamatan tersebut cocok dikembangkan klaster buah-buahan.

Selain sayuran, Kabupaten Bantul merupakan daerah andalan dalam produksi perkebunan kelapa dan tebu rakyat, serta peternakan Sapi. Produksi kelapa daerah ini berada diperingkat kedua setelah Kulonprogo. Sedangkan produksi tebu rakyat merupakan yang terbesar di propinsi DIY. Selain itu, populasi Sapi juga merupakan yang terbesar di Propinsi DIY.

Kecamatan andalan produksi kelapa adalah Sanden dan Pandak. Sementara Kecamatan andalan untuk produksi tebu rakyat adalah Jetis dan Bambanglipuro. Sementara kecamatan yang memiliki populasi Sapi yang besar adalah Dlingo dan Bambanglipuro. Dua kecamatan pertama cocok dijadikan klaster kelapa, dua kecamatan kedua cocok dijadikan klaster tebu, sedangkan dua kecamatan terakhir cocok dijadikan klaster peternakan Sapi.

Kabupaten Bantul juga menghasilkan ikan, yaitu ikan kolam dan ikan laut. Produksi ikan kolam lebih dari seribu ton. Sedangkan produksi ikan laut lebih dari 156 ton. Produksi ikan kolam terbesar di Kecamatan Banguntapan. Sementara ikan laut dihasilkan oleh nelayan di Kecamatan Sanden, Kretek, dan Srandakan.

Sektor industri di Kabupaten Bantul mayoritas merupakan industri kecil. Jumlah industri kecil sebesar 17.801 buah dengan mempekerjakan 77.600 orang, sementara industri besar/sedang sebesar 155 buah dengan tenaga kerja sebanyak 15.401 orang. Subsektor pada industri kecil yang menghasilkan jumlah produksi yang besar antara lain industri pengolahan pangan, kimia dan bahan bangunan, sandang dan kulit, kerajinan dan umum, dan industri logam dan jasa.

Kegiatan perdagangan internasional di kabupaten ini menghasilkan nilai ekspor sebesar US $ 21.138.272,72. Komoditi andalan ekspor daerah ini adalah mebel kayu, kerajinan kertas, kerajinan pandan, kerajinan kulit, produk tekstil, dan kerajinan kayu.


Sumber:

http://www.cps-sss.org/web/home/kabupaten/kab/Kabupaten+Bantul


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar